Memberi Hadiah Saat Hari Raya Idul Fitri
Dalam
rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri salah satunya ialah saling berbagi
hadiah. Baik antar keluarga, kerabat, kolega, atau kepada mereka yang tidak
mampu. Pemberian hadiah ternyata memiliki makna mendalam. Nilai hadiah tidak
hanya diukur dengan berapa rupiah harga barang yang diberikan, tetapi ketulusan
di balik hadiah itu sangatlah berharga. Apa dan bagaimana agar hadiah lebih
bermakna?
Syekh
Abdul Aziz bin Fathi as Sayyid Nada dalam “Ensiklopedi Adab Islam menurut
Alquran dan Sunnah”, menjelaskan beberapa hal yang penting diperhatikan kala
hendak berbagi hadiah. Perkara mendasar yang ia garis bawahi ialah niat. Niat memberikan hadiah hendaknya bukan untuk
tujuan duniawi semata. Niatkan hadiah untuk mempererat hubungan, mendapat kasih
sayang, dan menghilangkan permusuhan. Hadiah diyakini bisa menghilangkan
riakriak kebencian yang bersemai di hati. “Saling memberi hadiah, niscaya
kalian akan saling mencintai,” demikian hadis riwayat Bukhari.
Apapun
hadiahnya, maka tidak baik menolaknya. Selama maksud pemberiannya bermuatan
positif dan baik, maka hadiah adalah bentuk tanda cinta dan penghormatan orang
yang memberi. Bila disertai dengan saling membalas pemberian tersebut-selama
mampu-akan lebih utama dan menyempurnakan sunah.
Hal
terpenting yang perlu dicatat dalam kegiatan saling berbagi hadiah adalah
menghindari sikap mengungkit- ungkit pemberian yang telah diberikan. Tindakan
tercela itu bisa membuka celah kedengkian baru di hati penerima. Di saat
bersamaan, perbuatan tersebut dapat menghapus pahala bersedekah dengan hadiah.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu
dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (QS.
al-Baqarah [2] : 264).

0 Response to "Memberi Hadiah Saat Hari Raya Idul Fitri"
Posting Komentar